Entri Populer

Hak Konsumen Cerdas

Minggu, 07 April 2013

Sebuah cerita kecil dari Bapak Menteri Perdagangan dalam mensosialisasikan Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen di seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan memiliki cara lain untuk mensosialisasikan cara menjadi Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen kepada masyarakat kita.

Tidak selalu ditujukan ke kalangan dewasa saja, kali ini Bapak Menteri memperkenalkan konsep Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen kepada siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Umum Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas (SMA).

Sekitar 130 siswa dari sekolah di wilayah Jakarta diperkenalkan konsep Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen melalui sebuah event lomba menggambar dan melukis poster.

Event yang dilaksanakan di Kementerian Perdagangan pada tanggal 2/April/2013 ini, adalah bagian dari dalam rangka memperingati Hari Konsumen Nasional (HKN) yang mengangkat sebuah tema Gerakan Meningkatkan Kesadaran Hak Konsumen, yang jatuh pada 20 April mendatang.

"Ke depan diharapkan akan terbentuk masyarakat yang sadar dan mampu melindungi diri sendiri dari barang dan jasa yang dapat membahayakan dirinya sebagai konsumen," kata Bapak Menteri Perdagangan Gita Wiryawan.

Beliau pun berupaya membaur dengan anak-anak tersebut. Bapak Menteri Perdagangan mengawali sosialisasinya dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada anak-anak tersebut, "Ada yang mau jadi menteri tidak?". Atau siapa yang mau jadi orang kaya, guru atau Presiden?.

Pernyataan tersebut disambut acungan jari hampir semua anak-anak tersebut. Walaupun, sepertinya mereka lebih menyukai pertanyaan, "siapa yang ingin menjadi orang kaya?".

Karena kepiawaian Bapak Menteri Perdagangan membaur dengan anak-anak ini, Para pelajar ini berani memberikan pendapat mereka. Seperti cara meraih kesuksesan mulai dari dengan bekerja keras, usaha, dan doa menjadi jawaban yang terlontar dari mereka yang polos.

Dalam acara tersebut, Bapak Menteri Perdagangan mulai memberikan pandangan tentang menjadi Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen. "Kalau mau jadi orang kaya, harus sehat dan cerdas. Panggil saya oom. Oom kasih tahu cara menjadi orang cerdas, menjadi konsumen cerdas. Konsumen cerdas tahu 8 haknya" tambah Bapak Menteri Perdagangan.

Pertama, kata Bapak Menteri Perdagangan, barang yang dibeli harus aman, selamat, dan nyaman. Kedua, informasi mengenai produk itu harus jujur dan tidak diskriminatif.

"Tau tidak artinya apa? Artinya tidak pilih-pilih, semua sama," kata Bapak Menteri Perdagangan menjelaskan arti diskriminatif kepada anak-anak tersebut.

Bapak Menteri Perdagangan pun menyebutkan hak yang ketiga adalah untuk memilih produk. Keempat hak untuk mengeluh atau komplain. Kelima, hak mendapatkan advokasi atau nasihat.

Bapak Menteri Perdagangan mencontohkan hal ini bisa didapat dari orang tua, guru, atau teman. Keenam adalah hak untuk mendapat pembinaan.

"Kedelapan, kita berhak untuk mendapat informasi yang komplit. Jangan sampai kalau beli mainan itu mainan yang berbahaya. Banyak kan mainan yang mudah terbakar," Bapak Menteri Perdagangan mencontohkan produk yang berbahaya lantaran tak tertulis info lengkap.

Hal terakhir yaitu jika konsumen merasa tidak puas, maka bisa minta kompensasi atau ganti rugi. Itu hal-hal yang dijabarkan Bapak Menteri Perdagangan kepada para pelajar tersebut.

Dalam keterangan tertulisnya, Bapak Menteri Perdagangan menjelaskan pelaksanaan kegiatan tersebut bertujuan untuk tingkatkan kesadaran pelajar tentang bagaimana menjadi Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen.

Berdasarkan survei Badan Perlindungan Konsumen Nasional 2010, baru 38% konsumen Indonesia yang menyadari bahwa mereka punya hak dan hanya sekitar 11% yang mengetahui bahwa hak tersebut dilindungi undang-undang.

HKN bertujuan untuk memperkuat kesadaaran secara masif akan arti pentingnya arti hak dan kewajiban konsumen serta sebagai pendorong peningkatan daya saing produk yang dihasilkan pelaku usaha dalam negeri.

"Selain itu HKN juga dimaksudkan untuk menempatkan konsumen sebagai subjek penentu kegiatan ekonomi, sekaligus mendorong pemerintah dalam melaksanakan tugas mengembangkan upaya perlindungan konsumen," imbuh Direktur Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen, Nus Nuzulia Ishak.

Event yang diadakan menteri tersebut salah satu langkah dalam menjadikan masyarakat Indonesia sebagai Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen di Tanah Air.

Source: http://go-bisnisonline.blogspot.com/2013/03/konsumen-cerdas-paham-perlindungan-konsumen.html

0 komentar:

Poskan Komentar